Belajar bersama lilin
Curhat Kecil,  Sudut Rasa

Yang Membuatku Harus Lebih Bersabar

Ada satu hal yang membuatku harus lebih bersabar ketika menghadapinya. Yaitu mati listrik (matlis). Matlis di sini sungguh menguji kesabaran. 🥲

Tidak seperti di kota yang hanya sebentar, di sini bisa mati berjam-jam lamanya dan seringnya tanpa ada pemberitahuan sebelumnya (atau pemberitahuannya tidak sampai padaku?). Aku tidak tahu penyebab pastinya apa.

Hanya bisa menenangkan diri sendiri dengan berpikir positif.

Dan jika itu terjadi di malam hari, sudah pasti itu akan menghentikan banyak aktivitas. Apalagi jika lampu darurat dan baterai HP sudah habis, tidak ada yang bisa dilakukan selain merenung dan tidur. Tidur pun tidak nyaman jika kondisinya gerah tanpa kipas.

Sungguh matlis membuatku bad-mood. 🥲

Dulu saat masih sekolah, jika matlis terjadi di malam hari, tentu saja aku tetap belajar atau mengerjakan PR, dengan lilin sebagai penerang. Tapi sekarang sih lebih memilih tidur jika malam hari matlis. Haha.

Bukan hanya karena malas, tapi zaman sekarang semua serba digital. Mau nugas pun butuh HP/laptop dan sinyal, di mana semua itu bisa terhambat jika tanpa listrik.

Ya begitulah hidup di desa. Ia adalah ujian kesabaran bagiku. Harus tetap bersabar dan tetap bersyukur. Terlebih lagi ini Bulan Ramadhan. 😇

Tentang mati listrik ini, kemarin aku mendengar informasi bahwa ternyata di beberapa negara Eropa, pemerintahnya punya rencana dan simulasi darurat untuk menghadapi kemungkinan pemadaman listrik besar.

Mereka menyiapkan skenario kalau suatu saat terjadi krisis energi, gangguan teknis besar, bencana alam, bahkan konflik atau perang yang bisa bikin listrik padam total. Dan bahkan mengimbau warganya supaya siap dengan persediaan darurat beberapa hari jika tanpa listrik.

Aku jadi kepikiran tentang hal ini. Jika tiba-tiba tanpa listrik, bagaimana kita melakukan aktivitas-aktivitas yang selama ini bergantung pada listrik? Bagaimana aku berinteraksi dengan orang yang aku sayangi yang posisinya sedang berjauhan beda kota? Pakai surat?

How??? 🫨

No no. Aku tidak bisa membayangkannya. Aku pasti akan sedih. Matlis berjam-jam tanpa kuota saja sudah meresahkan, apalagi matlis total senegara??? Sungguh mengkhawatirkan. Semoga saja tidak terjadi secara mendadak tanpa peringatan.

Jadi, mulai sekarang apakah kita harus berlatih hidup tanpa listrik? Bisa jadi. Setidaknya harus siapkan hal-hal dan pengetahuan dasar sebelum kejadian, kan?

Yang pasti, kita masih bisa hidup tanpa listrik. Tapi kita tidak bisa hidup tanpa Allah SWT. 😇

Selamat malam. Selamat beribadah. Selamat selamat.

Update Terakhir: Maret 3, 2026 Oleh Aliffa

Hai! ^^ Aliffa adalah perempuan yang suka belajar dan sedang belajar menulis.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *