Marhaban Ya Ramadhan. Langit pertama di bulan Ramadhan 2026, di atas rumahku.
Sudut Cahaya

Marhaban Ya Ramadhan 1447 H, Bulan Penuh Ampunan

Marhaban Ya Ramadhan. Selamat Datang, Ramadhan 1447 H / 2026 M.

Alhamdulillahirabbil alamiin…

Segala puji bagi Allah SWT yang telah memberiku kesempatan untuk berjumpa lagi dengan Ramadhan yang mulia. 😭

Bulan suci, bulan puasa, bulan ampunan, bulan Al-Qur’an, bulan mulia. Begitulah kita menyebut Bulan Ramadhan.

  • Bulan Suci, karena di bulan ini kita harus mengendalikan hawa nafsu dan mengurangi perbuatan-perbuatan buruk.
  • Bulan Puasa, karena kita diwajibkan berpuasa selama 1 bulan (kecuali uzur syar’i).
  • Bulan Ampunan, karena ampunan dibuka lebar di bulan ini.
  • Bulan Al-Qur’an, karena di bulan ini Allah SWT menurunkan Al-Qur’an yang mulia, petunjuk umat manusia.
  • Dan Bulan Mulia, karena pahala dilipatgandakan, serta terdapat malam Lailatul Qadr, malam yang lebih baik daripada seribu bulan.

Sungguh luar biasa. 😇

Marhaban Ya Ramadhan

“Telah datang kepada kamu bulan Ramadan, bulan yang penuh berkah, Allah mewajibkan puasa bagi kamu di bulan itu. Pada bulan itu pintu-pintu langit dibuka, pintu-pintu neraka ditutup dan setan-setan dibelenggu. Di dalamnya ada suatu malam yang lebih baik daripada seribu bulan. Siapa yang tidak mendapatkan kebaikannya, maka sungguh ia tidak mendapatkan kebaikan”. (HR an-Nasa’i).

Pertama, kita harus bahagia dan bersuka cita menyambut datangnya bulan Ramadhan. HARUS!

Siapa sih yang tidak senang jika dosanya diampuni? Siapa sih yang tidak senang jika doa-doanya diijabah? Jika ada, hmm, jelas ada yang salah dengannya….. Jika kamu tidak merasa senang dengan datangnya bulan Ramadhan, maka merenunglah! 😁

Kita yang masih banyak dosa ini harus memanfaatkannya dengan sebaik-baiknya. Harus banget dapat ampunan di bulan ini. Jika tidak, maka kita akan rugi.

“Celakalah seorang yang berjumpa dengan bulan Ramadhan, kemudian Ramadhan itu berakhir dalam keadaan Allah SWT belum mengampuni dosa-dosanya.” (HR.Tirmidzi).

Ya Allah, jangan jadikan kami termasuk orang yang rugi dan celaka itu. 😭

Perbanyak Doa

Selain banyak memohon ampun, maka sudah semestinya kita perbaiki ibadah dan perbanyak doa di bulan mulia ini.

Beberapa doa khusus (yang saya ketahui) yang harus sering-sering kita lantunkan di bulan Ramadhan:

  • اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ العَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي

“Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf, dan Engkau menyukai kemaafan, maka maafkanlah aku.”

  • أَللّـهُمَّ أَعْتِقْ رِقاَبَناَ وَرِقاَبَ آباَئِناَ وَأُمَّهاَتِناَ مِنَ النَّارِ

“Ya Allah, hapus nama kami, nama bapak dan ibu kami dari api neraka.”

Saya belum bisa mencantumkan doa lainnya, baru dua itu yang saya ingat karena pernah mendengar beberapa ustadz mengatakan bahwa kita harus perbanyak doa itu di bulan Ramadhan. Doa tersebut adalah doa memohon ampunan, tidak hanya untuk kita, tetapi juga untuk bapak dan ibu kita.

Saya pribadi ingin memperbanyak doa yang terdengar imposible. Hal yang menurut saya tidak mungkin terwujud dalam waktu dekat. Saya akan tetap berdoa untuk itu. Karena saya percaya, yang tidak mungkin bagi saya, bagi Allah itu sangat mungkin.

Memperbaiki Diri

Ramadhan ini adalah momen yang tepat untuk mmeperbaiki dan menata diri.

Ketika saya melihat track record saya di bulan Ramadhan sebelumnya, ternyata saya masih kurang dalam hal konsistensi. Alasannya karena target terlalu banyak dan terlalu padat untuk keadaan saat itu. Itulah kenapa di bulan Ramadhan yang sekarang, saya memilih aktivitas yang lebih realistis bagi saya yang masih lemah iman ini, huhu.

Saya harus disiplin menjalankan jadwal harian yang telah saya buat. Tidak muluk-muluk, hanya saja saya punya tekad di bulan special ini harus punya rutinitas yang special juga. Tentu saja tidak jauh-jauh dari Al-Qur’an. Karena ini bulan Al-Qur’an, manual book umat Islam.

Banyak muslim/muslimah yang memiilik target khatam Al-Qur’an sekian kali khusus di bulan Ramadhan. Saya pun tidak mau kalah, saya juga punya target, saya ingin konsisten berinteraksi dengan Al-Quran. Mungkin tidak sebanyak dan sebaik orang lain, tapi harus! Dengan harapan rutinitas ini akan terus terbawa untuk seterusnya, tidak hanya di bulan Ramadhan saja. Aamiin.

Tentang Perbedaan

Perbedaan penentuan awal puasa? Perbedaan jumlah rakaat Salat Tarawih?

Sudah biasa dan tidak ada yang salah selagi punya dasar yang kuat. Saya hanya menyimak dan mengambil ilmunya.

Ilmu tentang ‘HILAL’ ini cukup menarik untuk dibaca. Tetapi saya tidak akan membicarakannya di sini. Selain karena bukan ahlinya, saya takut memancing perdebatan lagi yang sekarang saya lihat sudah mereda jika dibandingkan beberapa hari lalu di media sosial X. Haha.

Ah tidak akan debat juga di sini, pengunjung saja belum tentu ada. Wkwk. Pokoknya jangan sampai kita bertengkar karena perbedaan ini.

Baik. Sekian artikel pertama di Bulan Ramadhan kali ini, insyaAllah akan menyusul artikel-artikel selanjutnya. Itu rencana saya sih. Semoga semoga semoga. Aamiin aamiin aamiin.

Semangat, Lif 🥰

Update Terakhir: Maret 2, 2026 Oleh Aliffa

Hai! ^^ Aliffa adalah perempuan yang suka belajar dan sedang belajar menulis.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *