Tentang Memakai Baju Itu-Itu Saja
Hello. Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Alhamdulillah, segala puji bagi Allah yang Maha Bijaksana. Shalawat dan salam semoga selalu tercurah kepada Rasulullah ﷺ, keluarga, dan para sahabatnya.
➖
Wauw, udah kayak mau pidato aja. Hihi. 😆 Intro di atas bukan sekadar basa-basi, tapi memang perlu. Sudah semestinya kita selalu bersyukur kepada Allah SWT dan bershalawat kepada Baginda Nabi tercinta. 😇
Di sini aku hanya ingin bercerita tentang satu hal, yang mungkin kamu akan relate ketika membacanya. Yaitu tentang memakai baju itu-itu saja.
Aku termasuk tipe orang yang tidak malu memakai baju itu-itu saja.
Saat kuliah, aku belajar bahwa semua yang kita miliki akan dihisab. Termasuk pakaian. Dari mana datangnya, untuk apa dibelanjakan, dan bagaimana kita menggunakannya.
Mbak seniorku pernah bilang, “Kalau kita punya baju, baju itu harus pernah kita pakai untuk beribadah, minimal banget 1x”. Sejak saat itu aku jadi berpikir berkali-kali sebelum membeli baju baru.
➖
Selain itu, aku menemukan semacam prinsip hidup simpel (aku lupa istilahnya apa, aku membacanya di salah satu media sosial😅). Intinya satu kebutuhan, satu-dua saja cukup.
Kemeja? Satu yang bagus dan layak. Celana? Gamis? Jaket? Satu yang nyaman dan pantas.
Tidak harus memenuhi lemari. Tidak harus punya banyak pilihan. Dan ternyata, buatku, itu cocok. In this economy pula. 😆
Aku juga sering teringat kisah-kisah tentang kesederhanaan keluarga Rasulullah ﷺ. Tentang bagaimana mereka yang mulia hidup dengan sangat sederhana, pakaian mereka pun tidak banyak. Bahkan aku pernah dengar kisahnya bahwa Fatimah r.a. memiliki baju yang penuh tambalan.
Dari situ aku belajar bahwa kehormatan tidak pernah ditentukan oleh banyaknya isi lemari.
➖
Aku pernah punya pengalaman yang sedikit ‘unik’. Tiba-tiba seorang teman waktu SMA mau memberiku jaket. Katanya kasihan karena sering lihat aku pakai jaket itu terus.
Padahal sebenarnya aku punya jaket lain juga, hanya saja saat itu memang sedang suka pakai yang itu. Terlebih lagi saat itu posisinya aku ngekos, malas jika harus bawa banyak pakaian.
Aku menolaknya tanpa menjelaskan panjang lebar.
Sejak itu aku sadar, tidak semua orang punya prinsip yang sama. Tidak masalah, selagi tidak menghina orang lain. 😉
➖
Itulah kenapa aku senang kalau bertemu orang yang tidak menganggap memakai baju ‘itu-itu saja’ adalah aib atau memalukan. Yang tidak merasa harga dirinya turun hanya karena pakai baju yang sama berulang-ulang. Bukankah memakai baju ‘itu-itu saja’ itu tidak merugikan orang lain? Kenapa harus malu?
Bagiku, yang penting bersih, rapi, tidak bau, dan pantas. Karena sederhana bukan berarti sembarangan.
Dan mungkin, di tengah budaya yang sering menilai dari tampilan, memilih untuk hidup sederhana dan merasa cukup itu lebih bebas dan menenangkan. Tidak perlu risau mengikuti standar dan gaya hidup orang lain.
Sekian dan sampai jumpa. 🌷
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. 😇
Update Terakhir: Maret 3, 2026 Oleh Aliffa